Tuesday, November 25, 2008

Skrinsut Live USB BlankOn 4 Meuligoe


Langsung bisa konek ke internet euy...

Boot dari Live USB BlankOn 4 Meuligoe ternyata menyenangkan. kenapa? soalnya bisa langsung konek ke internet...

Hip hip... Huraaaa..!!


Laporannya bisa dilihat di sini.

LiveUSB BlankOn 4 Meuligoe




Setelah dua hari berturut-turut gagal download iso BlankOn 4 Meuligoe dari yeyen dan kambing, akhirnya dua hari berturut-turut pula saya berhasil download 2 file iso dari foss-id. yaitu iso file minimalist-alternate & minimalis-cdlive Daftar cermin/mirror untuk mendownload iso BlankOn 4 bisa di lihat di sini dah di situ...

Dengan semangat ingin mengenalkan turunan ubuntu ini, saya memilih versi minimalis karena beberapa pertimbangan. Salah satunya karena lingkungan sekitar saya masih menggunakan spesifikasi komputer yang di bawah spesifikasi minimum instalasi BlankOn yang standar.

Setelah berhasil mendownload ke-dua iso file tersebut, saya berniat membuat iso yang CDLive menjadi Live USB. Lho, apaan lagi tuh Live USB?? Live USB adalah Flashdisk ataw Hardisk eksternal yang berisi system operasi, sehingga bisa boot dari media tersebut. Salah satu keuntungannya adalah tanpa instalasi ke dalam hardisk internal, kita bisa menggunakan system operasi yang ada di dalam Live USB tersebut. System Operasi yang dapat dijadikan LiveUSB pun bermacam-macam. Salah satunya Linux, dalam hal ini BlankOn 4 yang iso-nya telah saya download.

Walaupun googling ke sana ke mari, dengan ditemani secangkir kopi kental setengah manis & sebungkus rokok, saya belum menemukan link yang pas yang dapat dijadikan referensi untuk menjadikan Flashdisk Kingston 1GB saya menjadi Live USB. Padahal, dengan Ubuntu 8.04 hardy heron tidak ada masalah sama sekali. Akhirnya, dengan malu-malu, saya buka opera, dan login ke channel #blankon di irc.freenode.net. Disitu kan banyak suhu/dedengkot ubuntu dan blankon. Dari info oom AinulHakim dan oom imtheface, saya diberitahu bahwa LiveUSB bisa dibuat dengan unetbootin.

Segera saja saya menuju ke sini. Untuk versi linux, ternyata hanya memerlukan depedensi syslinux. Akan tetapi karena saat itu saya sedang menggunakan window$, maka saya download yang versi win.

Segera saya jalankan file executable Unetbootin yang telah saya download. Sambil menunggu proses instalasi Flashdisk saya menjadi LiveUSB BlankOn 4, saya buka MP. Mulai coment di sana sini... (^_^). Puas ngejunk, instalasi Live USB BlankOn ternyata sudah selesai, dan setelah di coba,... taraaaaaa...!! Berhasil euy...!!

Skrinsutnya bisa diliat di sini.


Note: Terima kasih buat AinulHakim & imtheface.



Friday, November 14, 2008

Dokumentasi: BlankOn 4 Meuligoe


http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/Dokumentasi/Meuligoe
BlankOn adalah tutup kepala khas beberapa suku/budaya di Indonesia, antara lain suku Jawa (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur), suku Sunda (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Barat dan Banten), suku Madura, suku Bali, dan lain-lain.

BlankOn juga berarti blank (bilangan biner 0) dan on (bilangan biner 1) atau topi digital (modern) dengan tampilan klasik (kuno).

Arti lain kata BlankOn adalah perubahan dari blank (kosong) menjadi on (menyala atau berisi).

Arti filosofi BlankOn adalah harapan agar pengguna distro BlankOn berubah dari belum sadar (kosong) menjadi sadar (berisi) bahwa ada Linux yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan skill di bidang TI, martabat, dan kemandirian bangsa Indonesia.

BlankOn diharapkan menjadi penggerak (activator) atau meningkatkan motivasi masyarakat Indonesia untuk menggunakan dan mengembangkan Linux dan FOSS lainnya. BlankOn juga sebagai pelindung (tutup kepala) dari ketergantungan terhadap software proprietary.

Monday, November 3, 2008

Orasi Bung Tomo - 09 November 1945

bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa Para Pahlawannya…”


Berikut ini adalah orasi Bung Tomo pada tanggal 09 November 1945, ketika rakyat Indonesia di Surabaya berjuang mengusir Bangsa Inggris yang diboncengi NICA --berniat mengambil alih kekuasaan Jepang yang telah kalah perang-- dari Surabaya. Dan kemudian sehari setelahnya, yaitu tanggal 10 November, kelak rakyat Indonesia memperingati hari itu sebagai Hari Pahlawan. Merdekaaa...!!

Bismillahirrahmanirrahim…
Merdeka!!!
Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.
Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.
Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa ra’jat Indonesia di Soerabaja,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,
didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana
Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.
Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian
Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!


Sumber: riokrismawan @ wordpress.com - Orasi Bung Tomo