Terjemahan dari Linux Sunda Version
Diceritakan si kabayan pindah rumah, rumah si kabayan yang pertama berada di desa Windows karena terlalu banyak masalah akhirnya sikabayan pindah ke desa linux. walaupun rumahnya didesa windows cukup nyaman, pemandangannya asri segala macam fasilitas tersedia tapi si kabayan terhitung penduduk tidak sah namanya juga penduduk tidak sah yah pastinya banyak pikiran malam tidak enak tidur siang tidak lahap makan juga terkadang suka ketakutan razia
setelah lama menimbang, akhirnya si kabayan memutuskan untuk pindah rumah ke desa linux
keadaan di desa linux sebenarnya tidak seperti yang dibayangkan oleh si kabayan. selama ini si kabayan membayangkan desa linux itu masih hutan belantara, jalan2 masih terjal, kering kerontang susah air dan lain sebagainya
dahulu memang seperti demikian keadaan desa linux, tetapi setelah banyak yang mendiami desa tersebut, lalu keadaan desa linux itu semakin meningkat, jalan jalan mulus, air dimana-mana tanpa kekurangan. hutan yang tadinya menakutkan itu di atur sedemikian rupa agar dilihatnya semakin menarik dan tidak membahayakan. malah hutan ini sekarang sering dimanfaatkan oleh para penghuni desa linux, baik yang gemar berburu atau hanya sekedar mencari kayu bakar
hal lainnya yang menjadi pertimbangan si kabayan semenjak pindah ke desa linux yaitu keadaan rumah, takut tidak kerasan ternyata setelah pindah malah tidak terlalu susah
Namanya rumah tentu memiliki fungsi dasar yang sama, selain benda dan modelnya tentu berbeda. yang namanya rumah pasti ada pintunya, ada jendela, (?)
Memang rumah si kabayan yang di desa windows serta didesa linux itu berbeda akan tetapi meski begitu sikabayan tidak bingung mendiami rumah tersebut, sebab semua rumah sama memiliki bagian dasar yang sifatnya universal
Didesa windows rumah memiliki beberapa model ada type 3.1, type 98, type 2000, type XP malah ada yang paling terbaru yakni type vista, sedangkan di desa linux konsepnya menggunakan konsep cluster, ada cluster Redhat, cluster Debian, cluster Slackware, dan cluster Suse nah disetiap cluster juga memiliki type yang berbeda-beda contohnya cluster Redhat ada type Redhat, ada type Fedora, type Mandriva dan lain sebagainya yang paling banyak typenya adalah Cluster Debian, ada type Ubuntu, Type Knoppix, Type IGOS dan lain sebagainya
Sikabayan memilih cluster Redhat Type fedora, sebab katanya ini yang paling gampang ia memilih rumah fedora nomor 9 keadaan rumah tersebut tidak kalah dengan rumah di desa windows type XP atau Type vista masalah penampilah tidak kalah keren masalah fungsi apalagi..
Sebenarnya ada perbedaan yang sangat terlihat antara rumah di desa linux dengan di desa windows. perbedaan ini yaitu di keamanan rumah, rumah di desa windows terkenal suka kemalingan, entah dari komplotan virus, trojan komplotan spyware atau malware. walaupun sudah di pasang kunci sebesar apapun tetap saja komplotan tersebut berhasil masuk entah bagaimana caranya
Sedangkan rumah di desa Linux tidak demikian. komplotan-komplotan maling tersebut kesulitan jika ingin masuk kerumah seluruh ilmunya mendadak lumpuh ilmu "sirep" tidak manjur, ilmu halimunan tidak mempan, yah akhirnya maling-maling tersebut tidak berdaya, walaupun demikian masih ada satu-dua penjahat yang berhasil masuk tapi biasanya maling ini bukan baling sembarangan. dan lagi sasarannya bukan rumah biasa, biasanya penjahat sakti seperti ini menjarah rumah-rumah yang berkantong tebal. seperti rumah-rumah para bankir, saudagar kaya, dan sebagainya. itu juga penjahat sakti bisa masuk tidak menggunakan cara yang biasa, mencungkil jendela atau masuk melalui atap setelah seluruh rumah di "sirep"
Penjahat sakti seperti ini memiliki ilmu sangat sakti. konon katanya dia bisa melakukan apapun, bisa jadi siapa saja. memang itu baru katanya, bagaimana cara sebenarnya sih berlum ada yang mengetahui
Kembali lagi ke si Kabayan sekarang si Kabayan sudah menempati rumahnya di desa linux, sangat terasa oleh si Kabayan setelah menempati desa Linux, hidup berdampingan dengan warga desa linux yang lainnya. ada pengaruh terhadap dirinya karena kehidupan di desa linux selalu ada saja hal yang mendorong si kabayan untuk bertanya. ada saja pertanyaan yang ingin ditanyakan, mulai dari masalah air, merubah tempat penyimpanan (?) cara mencari tanaman kembang pesanan "nyi iteung" dan lain sebagainya. yang mana pertanyaan-pertanyaan tersebut banyak yang Kabayan belum temukan di desa Windows.
Oleh
oooo...
ReplyDeletecerita yang bagus,,....
ReplyDeletewaw....
ReplyDeletekok cuma oooo...
ReplyDeletengerti ga??
fiksi..
ReplyDeletehe he he...
ReplyDeletelinux apaan seh BAl? hihihi!!!
ReplyDeletewew...
ReplyDeletehihihi...
ReplyDeleteHOOOOYYY...gak usah mikir panjang panjang...
cobain UBUNTU dehhhh...uenakkk!!!
uhuy
ReplyDeleteyuhh...pakarnya basa sundaaaa
ReplyDeletemanaaaa??
ReplyDeleteselamat pagi pa...?selamat pagi bu...?selamat pagi semua..?
ReplyDeleteitu kang uhuy...hihihi
ReplyDeleteslamat kan badak jawa....!!
ReplyDeleteealaaahh...
ReplyDeletecuma uhuy doang...
lha jaremu iso nerjemahke..
ReplyDeletesapa?
ReplyDeleteitu kang uhuy...
ReplyDeletembuh..
ReplyDeletesem...
ReplyDeletekk qu pya jg dung
ReplyDeletepi lum tau bnyk nih
ajarin dungks
punya apaan mil??
ReplyDeletepd punya apaan ci...?
ReplyDeleterahasiaaa...
ReplyDeletedijaga...
ReplyDelete