Monday, November 3, 2008

Orasi Bung Tomo - 09 November 1945

bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa Para Pahlawannya…”


Berikut ini adalah orasi Bung Tomo pada tanggal 09 November 1945, ketika rakyat Indonesia di Surabaya berjuang mengusir Bangsa Inggris yang diboncengi NICA --berniat mengambil alih kekuasaan Jepang yang telah kalah perang-- dari Surabaya. Dan kemudian sehari setelahnya, yaitu tanggal 10 November, kelak rakyat Indonesia memperingati hari itu sebagai Hari Pahlawan. Merdekaaa...!!

Bismillahirrahmanirrahim…
Merdeka!!!
Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.
Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.
Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa ra’jat Indonesia di Soerabaja,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,
didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana
Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.
Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian
Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!


Sumber: riokrismawan @ wordpress.com - Orasi Bung Tomo

31 comments:

  1. miris waktu baca, ga tau kenapa kok ati kek di iris.. T_T

    makasih uyut attachment-nya...
    saia simpan juga ya...??

    ReplyDelete
  2. wakakaa,,, kok di comment dewe tho?
    ahahaaa...

    ReplyDelete
  3. silakan...

    btw, saya juga terharu neeh waktu mbacanya...
    hiks...

    ReplyDelete
  4. silakaan..

    btw, saya aja ampe nahan air mata...
    terharu rek..!!
    hiks...

    ReplyDelete
  5. sama, waktu denger yg saia quote ntu...
    hiks...

    terus semangat pokoknya,
    jok sampe mau 'dijajah' lagi... ;)

    ReplyDelete
  6. seeeeeeeeeeeeep mbah iqbal is the best..
    walau jakarta punya tp jiwa indonesia..




    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

    ReplyDelete
  7. *hormat sama bung TOMO*

    yg bikin prihatin, masak harus nunggu 60 tahun baru dilantik sbg pahlawan nasional..kebangeten tenan!

    ReplyDelete
  8. lhooo...
    lha wong nembe wingi kuwi...dikasih gelarnya sama pemerintah

    ReplyDelete
  9. lhahh...wis posting kok malah gak tahu nasibnya..ehuks...

    cabbeee dehh..

    ReplyDelete
  10. oww purapuratidaktahu to?

    rendahhati dan tidaksombong yahh...

    ReplyDelete
  11. ck ck ck..bener2 gak sombong yah..saluutt..

    ReplyDelete
  12. tergugah juga nih... Merdeka... Merdeka untuk semua hal bisa beri expresi postive bagi negriku Indonesia Raya... merdeka

    ReplyDelete