GNU Grub atau biasa disebut Grub saja merupakan paket boot loader yang biasanya ada pada System Operasi Linux. Karena seringnya kejadian grub rusak gara-gara instalasi ulang Window$, mending saya posting disini aja deh solusinya.

Cukup sediakan LiveCD atau LiveUSB Ubuntu atau BlankOn. Disini saya menggunakan LiveUSB BlankOn, karena lebih mudah dan lebih cepat.
Setelah LiveUSB running, langsung masuk ke terminal.
blankon@blankon $ sudo grub
maka akan keluar tampilan grub. kemudian untuk mengetahui di mana partisi grub berada, ketik:
grub> find /boot/grub/stage1
(hd0,2)
akan keluar output yang berbeda-beda tergantung geometry serta partisi hardisk. Di sini outputnya adalah (hd0,2). lalu ketik...
grub> root (hd0,2)
sesuaikan output pada command find dengan command root di atas. Dalam hal ini partisi /boot hardisk saya berada pada /dev/sda3, yang diterjemahkan di grub menjadi (hd0,2). Untuk memasang grub ketik...
grub> setup (hd0)
Checking if "/boot/grub/stage1" exists... yes
Checking if "/boot/grub/stage2" exists... yes
Checking if "/boot/grub/e2fs_stage1_5" exists... yes
Running "embed /boot/grub/e2fs_stage1_5 (hd0)"... 16 sectors are embedded. succeeded
Running "install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+16 p (hd0,2)/boot/grub/stage2
/boot/grub/menu.lst"... succeeded
Done.
output di atas menandakan instalasi grub berhasil. Kemudian kluar dari grub...
grub> quit
..., tutup terminal lalu restart komputer...
Selama ini saya belum pernah menemui masalah instalasi ulang grub dengan cara di atas. Semoga berhasil...
\^o^/
Cukup sediakan LiveCD atau LiveUSB Ubuntu atau BlankOn. Disini saya menggunakan LiveUSB BlankOn, karena lebih mudah dan lebih cepat.
Setelah LiveUSB running, langsung masuk ke terminal.
blankon@blankon $ sudo grub
maka akan keluar tampilan grub. kemudian untuk mengetahui di mana partisi grub berada, ketik:
grub> find /boot/grub/stage1
(hd0,2)
akan keluar output yang berbeda-beda tergantung geometry serta partisi hardisk. Di sini outputnya adalah (hd0,2). lalu ketik...
grub> root (hd0,2)
sesuaikan output pada command find dengan command root di atas. Dalam hal ini partisi /boot hardisk saya berada pada /dev/sda3, yang diterjemahkan di grub menjadi (hd0,2). Untuk memasang grub ketik...
grub> setup (hd0)
Checking if "/boot/grub/stage1" exists... yes
Checking if "/boot/grub/stage2" exists... yes
Checking if "/boot/grub/e2fs_stage1_5" exists... yes
Running "embed /boot/grub/e2fs_stage1_5 (hd0)"... 16 sectors are embedded. succeeded
Running "install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+16 p (hd0,2)/boot/grub/stage2
/boot/grub/menu.lst"... succeeded
Done.
output di atas menandakan instalasi grub berhasil. Kemudian kluar dari grub...
grub> quit
..., tutup terminal lalu restart komputer...
Selama ini saya belum pernah menemui masalah instalasi ulang grub dengan cara di atas. Semoga berhasil...
\^o^/
Kenapa sih banyak orang bilang Linux itu susah?? Padahal kan...
Bantuin update notebook ku dong bang? Kok makin lemot ajah ya
ReplyDeleteowww.... kalo grub error gitu....
ReplyDeleteterlanjur re-install ubuntu
sama sama...
ReplyDeleteganti OS??
ReplyDeletewooogh...
ReplyDeletega mau nanya sih...!!
kalo masih sering error juga
ReplyDeletepa bukan kesalahan BIOS or hardisk rusak yah?
mungkin MBRnya yang rusak...
ReplyDeletecoba pake HDD Regenerator...
ataw coba cek dulu kabel2nya...
kabel power & kabel datanya mungkin kendorrr...
di simpen di masterboot bukan kesalahan khan..
ReplyDeletepas instal biasane khan ada pertanyaan gitu kalo dual booting
iya sih...
ReplyDeletecoba install grubnya di partisi /
ngintip ada yg bermanfaat ,, , dr sekedar ngegosipin ryan he he he
ReplyDeletethank s,,,,,
whuehuehue...
ReplyDeleteryan emang tob...
paan sih??
tahu tuh weks, , , , ,
ReplyDeleteRunning "install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+16 p (hd0,4)/boot/grub/stage2
ReplyDelete/boot/grub/menu.lst"... succeeded
Done.
ReplyDeletebrasil?? ataw argentina??
ya emang cuman aku bagi dua / buat root ama swap area
ReplyDeletegak aku bagi bagi boot, home, var, dan sebagainya...
udah brasil sih... tapi tadi agak kaget pas restart minta manual fsck
hehehehe tapi enaknya linux.... nge-fix sendiri cuma minta klik (y) yes for fix
embeeer...
ReplyDeletekernel linux emang di set untuk melakukan fsck otomatis jika mendeteksi ada yang salah dengan system
Generally, fsck is run automatically at boot time when the system detects that a file system is in an inconsistent state, indicating a non-graceful shutdown, such as a crash or power loss.
lah.. ini neh...
ReplyDeleteNT musti tanggung jawab nerangin napa kok kadang desktop redup sendiri apa itu tanda batre telat pasokane po gimana...
monitornya??
ReplyDeletetapi program ikut down walo sesaat trus kerja stabil lagi...
ReplyDeletebiasane kalo buka site berat
mungkin hardware nya ada yg ga bener tuh...
ReplyDeletecek power supply...
cek processor...
cek memory...
perhaps...
ReplyDeletesaya coba dari ubuntu saya setelah masuk grub: find /boot/grub/stage1, kok keluar ini ya:
ReplyDeletegrub> find /boot/grub/stage1
Error 15: File not found
coba ini kang:
ReplyDeletegrub> find /boot/grub/stage1.5
ataw
grub> find /boot/grub/stage2
ga mau juga, muncul pesan error yg sama. btw apa mesti pakai live cd ato live usb. saya menjalankan dari ubuntu yang hidup normal & dah saya coba di tiga komputer yang berbeda, hasilnya sama. komputer pertama saya saya pakai ini, pakai 2 hdd (utk linux & windows pakai hdd terpisah, master & slave), komputer 2 lainnya: komputer server (tidak ada windowsnya).
ReplyDeletebinun...
ReplyDeletewis mrono gung...
ReplyDeletegak sabar nunggu si kamingsun
ReplyDeleteyang lebih di tunggu ==> BlankOn 5
ReplyDeleteIni yang saya cari. Saya juga Ubuntu-er.
ReplyDelete-Ultimate.
seep...!!
ReplyDelete\^o^/